Schokolade, The Second Place I Called Home



Jam klasik dengan bingkai kayu di sudut ruang kamar kini telah mendentangkan bandul-nya sebanyak 2 kali. Aku masih memijat kepalaku yang terasa agak pening. Entah mengapa, semua masalah serasa bersarang di rongga kepalaku, menyusupi tiap lipit – lipit dalam otakku.



Mungkin ini hanya masalah kecil yang sederhana. Tapi sepertinya aku tak bisa menyebutnya sederhana kalau masalah itu ternyata sukses membuatku tidak tidur semalaman dan membuat persiapanku untuk tes masuk universitas menjadi berantakan.


Aku menghembuskan nafas pendek. Ini sudah jam 2 pagi. Bahkan aku sudah lupa, berapa ribu kali aku berusaha keras untuk memejamkan mata. Tapi yang terjadi justru mataku tak mau diajak bekerja sama untuk istirahat. Akhirnya aku memilih memerintahkan tanganku meraih handphone dan menelusuri lagu – lagu yang terpampang di playlist. Pilihanku terhenti pada lagu Friend Forever yang dinyanyikan oleh Vitamin C. Seingatku, terakhir kali aku mendengarkan lagu itu saat aku masih SMP, di masa – masa perpisahan. Ternyata waktu terlalu cepat berlari, tak terasa sekarang aku sudah hampir menjadi calon mahasiswa, dan lagi – lagi aku harus berhadapan dengan rasa kehilangan, yang orang – orang kenal sebagai ‘Perpisahan’.

***



And so we talked all night about the rest of our lives

Where we're gonna be when we turn 25

I keep thinking times will never change

Keep on thinking things will always be the same



Baiklah, mungkin sekarang aku harus menuliskannya dengan jujur. Saat ini aku sedang bermasalah dengan club Schokolade, sebuah keluarga kedua yang kubangun dari kepingan persamaan dan perbedaan. Sebuah keluarga yang kutemukan dari dunia maya -dunia yang menurut orang adalah dunia yang tidak patut dipercayai keberadaannya, dunia yang semu dan tak nyata.Tapi bagiku, maya adalah nyata yang belum tersentuh, dan semu itu bernyawa.


Sebenarnya, dalam kasus ini, aku tak begitu tahu siapa yang salah diantara kami. Menurutku tak ada yang salah. Ini hanya tentang ego yang saling membentur, dan akhirnya saling melukai.


2 hari yang lalu aku memaksa semua sahabat–sahabatku Schokolade untuk online di ayodance-game online untuk para pecinta music dan dance. Di sana aku dan teman-teman Schokolade berdebat sengit dan berujung perseteruan. Mungkin di mata kalian, ini bukan masalah besar, bahkan mungkin saja kalian beranggapan ini terlalu bodoh untuk diperdebatkan. Ini perihal teman-teman Schokolade yang berniat untuk berhenti bermain game ayodance, menjual char mereka dan .. argh !! intinya mereka akan meninggalkan Schokolade! Aku benar-benar tak bisa menyalahkan mereka. Alasan mereka cukup logis, mereka tak bisa terus menerus hidup dalam dunia maya, mereka juga punya ‘real life’, mereka perlu mempersiapkan masa depan mereka, menekuni studi mereka, dan yang pasti beberapa bulan lagi , mereka yang seangkatanku akan menjadi mahasiswa yang sibuk dengan aktivitas kampusnya masing – masing, dan tentunya bermain game online ini hanya membuang buang waktu saja. Aku sudah berulang kali berusaha meyakinkan diriku sendiri. Mereka benar ! Mereka realistis ! Tapi di sisi lain, aku merasa sangat kecewa dengan keputusan mereka. Aku… bahkan kalau boleh jujur, saat bermain game itu sendiri, bagiku yang paling menyenangkan bukanlah permainnannya, melainkan perjumpaan-perjumpaan singkat dengan Schokolade, candaan-candaan ringan yang tidak penting, tapi selalu mampu membuatku tertawa meskipun itu semua hanya mampu kutatap dari monitor komputerku.



Dan 2 hari yang lalu, keluarga keduaku seakan hilang. Aku hanya berpikir apa mereka juga menganggapku keluarga? Atau hanya aku saja yang terlalu berlebihan mengistimewakan Schokolade?


But when we leave this year, we won't be coming back

No more hanging out cause we're on a different track

And if you got something that you need to say

You better say it right now cause you don't have another day

Cause we're moving on and we can't slow down



Alunan lagu Friend Forever itu masih menjejali gendang telingaku. Yeah that’s right ! And if you got something that you need to say, you better say it right now cause you don't have another day. Aku merasa lirik lagu itu seperti menamparku, menyadarkanku, bahwa aku memang tak punya banyak waktu. Schokolade harus tau apa yang kurasakan.



Aku segera menyalakan komputer kesayanganku, sekaligus menghidupkan koneksi internet.



Aku memang tidak berhak memaksa mereka untuk tetap mejadi anggota Schokolade, aku cukup sadar, semua orang memiliki ‘real life’ nya masing- masing, dan mereka berhak mengatur waktu, dunia, mimpi, dan cita-cita nya. It’s about their bright future …



Akhirnya akupun mengetik,


Dear Schokolade,

Subj : I’m so Sorry …

Sebelumnya maaf untuk kejadian 2 hari yang lalu, aku sadar aku terlalu egois. Kalian memang berhak atas ‘real life’ kalian. Sekali lagi maaf, ternyata aku terlalu takut kehilangan kalian. Kalian udah seperti rumah kedua buatku. Aku cuma berharap, kalaupun nanti kita harus say ‘good bye’, aku pingin keadaannya gak berbeda seperti pertama kali kita say ‘hello’. You know, in my mind, our memories are playing like a film without sound. Always there, even no one will realize.

~ Putri – choco~


Send to all members of Schokolade?


Ku klik Yes.

***


2 hari kemudian ...



Aku membuka e-mail ku untuk iseng iseng melihat apakah ada balasan dari Schokolade. Ternyata mereka semua membalas e-mailku dengan tanggapan yang tak jauh berbeda. ‘We still keep solid’ .Semua akan tetap menjadi Schokolade, hanya saja jam mainnya yang akan berkurang. Tak masalah, asal Schokolade tidak pergi dari duniaku, itu sudah cukup. Aku lalu membuka salah satu e-mail terakhir dari anggota Schokolade.



Subj : Re I’m so Sorry …


Schokolade is my part of life. Gue sudah memutuskan untuk nggak pergi dari Schokolade, gue gak akan jual char gue :D Itung-itung rugi juga kalo dijual, beli cash-nya mahal, tapi kalo dijual banting harga banget. Hehehe. Mungkin aja di tengah-tengah kuliah kita nanti, kalo lagi jenuh atau kangen, kita bisa online bareng lagi. Remember guys, Aristoteles pernah bilang “What is a friend? A single soul dwelling in two bodies.” Jadi Schokolade uda kayak nyawa gue. Pokok tetep keep solid ya . Jangan lupa loh “ Schokolade, sweet as chocholate ” huehuehue ;calm ;dan2


Aku menghela nafas lega. Memang benar, manusia diciptakan hanya dengan satu sayap, sehingga untuk bisa terbang, mereka harus saling berpelukan. Dan Schokolade adalah sayap- sayap lain yang akan melengkapiku.


Aku tersenyum, dan dendangan lagu Friend Forever mengiringinya.



As we go on, we remember

All the times we had together

And as our lives change

From whatever

We will still be friends forever …


***

“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It's not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.” - Muhammad Ali


*) Ditulis untuk mengikuti event cerpen "Schokolade is Back"

Share this:

, , ,

WHAT DO YOU THINK?

0 comments:

Post a Comment

Large Grey Polka Dot Pointer