Shooting St★r, kutitipkan beribu rindu padamu

Shooting St★r akhirnya nyampe juga di rumah dan berhasil mejeng dideretan novel novel koleksi gue, dianterin sama satpam perumahan tepat di hari lebaran. Thanks so much pak satpam :") 

 Nih, foto-fotonya buat kenang-kenangan. Dikirim langsung dari penulisnya pula muahahaha *blush*. Alamatnya sengaja di samarkan, untuk menghindari teror *halah. Udah gitu bonus tanda tangan *emang gue yang minta sih wkwk :B plus pencantuman nama gue di halaman thanks to. Aaaaaaaa *pingsan
 
  
Sini selfie dulu sama novel yang kece :3

Novel inipun sukses ludes habis dibaca dalam waktu gak ada sehari. Gara-gara ceritanya seru dan bikin gak bisa berhenti, jadilah novel ini menghabiskan waktu liburan gue yang biasanya cuman berisi bersih-bersih rumah *kadang*, makan, tidur, main game, dan mandi *kalo inget* ups....

Ceritanya asli keren bikin bolak balik berkaca kaca dan sempet nangis juga *ato emang guenya aja yang terlalu melankolis? :| 
Tapi asli, recommended to have !

SHOOTING STAR
Ini kisah tentang Hana, pendongeng yang hidup dengan imajinasi sepatu kaca, dan Hardia, si kuli tinta yang berkutat dengan berita.




Aku tak takut untuk melupakan semua memori ingatanku yang pernah ada. Aku hanya takut jika aku lupa akan satu hal: aku pernah mencintainya. Aku berharap, suatu ketika saat aku lupa padanya, pada rasa yang pernah ada dan mungkin ia kehilanganku, ia bisa membuka jurnal ini. Karena lewat jurnal ini, aku ingin mengatakan padanya: cinta itu tak berwujud. Cinta tak pernah benar-benar memiliki bentuk. Sama sepertiku, aku mencintainya walau wujudku sudah tak benar-benar ada di sampingnya. Tak lagi melindunginya saat suara bising dan gelap hinggap padanya. Tak lagi menjaganya saat ia ketakutan. Tak lagi menyemangatinya untuk meraih mimpinya untuk seperti ayahnya. Tapi, rasaku tak pernah lupa untuk selalu mencintainya. Aku bukan pemusik yang bisa membuatkannya lagu indah, bukan pelukis yang bisa membingkai peristiwa dengan penuh warna, bukan apa pun. Aku hanya wartawan, yang setiap hari berkutat dengan kata-kata. Tapi, lewat rangkaian kata dan himpunan paragraf itulah, aku menyelipkan gurat-gurat cinta padanya. Kita tumbuh bersama kenangan, aku hidup dalam kenangan-kenangan yang pernah kita buat. Aku mencintaimu, Hana, dan itu luput dari kata lupa.

Share this:

, , , , , ,

WHAT DO YOU THINK?

0 comments:

Post a Comment

Large Grey Polka Dot Pointer