Patah hati itu patut untuk dirayakan.
Saat dimana kamu merasa begitu sedih hingga yang dapat kamu lakukan adalah meringkuk di atas kasur dan menangis di balik selimut; karna tidak ada yang dapat membuatmu merasa lebih baik.
Saat dimana film komedi dan lelucon hanya membuatmu tersenyum kecut; karna kamu tahu itu hanyalah bentuk usaha menghibur diri yang gagal.
Saat dimana lagu-lagu membuatmu merindukannya dan bau hujan mengingatkanmu pada cerita-cerita yang telah runtuh.
Saat
dimana 'senyum' dan berusaha terlihat 'baik-baik saja' sama sulitnya
dengan berpura-pura tidak bahagia saat berhasil mendapatkan barang limited edition favoritmu.
Saat dimana hatimu terasa seperti meluap-luap dan terbakar, dan tanpa kamu sadari tiba tiba saja telah berubah menjadi sedingin es; mati rasa.
Saat kamu mungkin akan bersumpah untuk tidak pernah jatuh cinta lagi.
Patah hati itu patut untuk dirayakan.
Karna patah hati bisa merubahmu.
Membuatmu lebih memahami,
Jika cinta bisa memudar, begitu pula dengan perih yang dirasakan hatimu.
Bahwa patah hati hanyalah sebuah jeda pada bagian hidupmu yang baru.
Bahwa kamu selalu memiliki dirimu untuk tempat pulang.
Bahwa ada beberapa hal yang hanya bisa kamu mengerti dengan merasakannya, bukan dari mendengar cerita orang lain.
Bahwa terkadang bertahan bisa lebih menyakitkan dibanding melepaskan.
Bahwa tidak semua orang memiliki hati yang sama denganmu.
Bahwa kamu bisa mengumpulkan kembali serpihan hati dan menjaganya layaknya kelopak mawar yang mengering. Dan menciptakan seni darinya.
Bahwa kamu perlu jatuh cinta pada orang yang salah. Kamu perlu menangis, merasakan hati yang retak dan berdarah sebelum kamu menemukan orang yang tepat dalam hidupmu. Membuatmu berhenti membandingkan dengan masa lalu. Membuatmu lupa kalau hatimu pernah terluka. Membuat hatimu kembali utuh. Membuatmu memahami bagaimana cinta bekerja.
Patah hati itu patut untuk dirayakan.
Karna suatu saat nanti, tanpa sedikitpun keraguan kamu akan menceritakan kisah patah hatimu sebagai sesuatu yang layak ditertawakan.
Lantas, bagaimana cara merayakan patah hati?
"Kamu yang paling tahu caranya."

Let's talk 'bout 6 letters, 2 words, easy to say, but hard to do.
Well, walaupun "hard" bukan berarti "impossible" kan.
Emang susah, soalnya urusan hati, yang suka bikin orang pinter mendadak jadi bego, yang realistis jadi mendadak suka nghayal, yang egonya selangit jadi rela turun drastis ke jurang #perumpamaanapaini. Intinya masalah hati emang ajaib.
Sebelumnya mari ditinjau dulu makna move on wkwkwk
Jadi, salah banget kalo masih nganggep move on itu perkara 'putus kontak', 'berusaha menghindar', 'pura-pura gak kenal', 'sejauh matahari', apapun itu.
Simpelnya, move on itu masalah hati. Jadi yang harus diperbaiki ya keadaan hatinya dulu. Percuma deh kalo di mulut udah bilang bisa move on, tapi kerjaan ngumpet mulu biar gak ketemu. Kalo ketemu diem-dieman aja kek orang gak kenal.
Alesannya macem-macem, mulai dari yang paling jujur : takut baper, takut gagal mupon nya, sampe yang paling gak jujur : males, gak pengen aja.
Kalo kayak gitu mulu ya sama aja bo'ong. Di luar mungkin temen-temen kamu percaya-percaya aja waktu kamu bilang udah bisa move on. Tapi toh juga kamu gak bisa bohongin diri sendiri kan.
Poin terpenting dari move on itu :
YOU DON'T FEEL THE SAME WAY LIKE YOU USED TO BEFORE. Kamu nggak melihatnya lagi dengan cara yang sama ketika kamu masih suka.
Mungkin kamu akan tetep keep in contact, masih bisa hang out bareng, tapi semuanya akan jadi sebatas itu aja, nggak lebih. Nggak akan bikin baper. Kamu akan tetap membalas pesan-pesannya, tapi tiap pesan yang muncul di hape kamu dengan nama dia nggak akan bikin kamu berdebar lagi, nggak akan bikin kamu nunggu balesan dia lagi.
Mungkin kamu nggak nyebut namanya lagi tiap kali berdoa tentang masa depan. Bukan dia yang muncul dalam imajinasimu tiap kali nonton drama ala-ala negeri dongeng, baca novel yang bikin miris, gak sengaja ngeliat quote-quote galau. Bukan memori tentang dia yang muncul tiap kali kamu denger lagu mellow atau lagu yang pernah kalian denger bareng.
Kamu nggak lagi salah tingkah ketika mendengar ada orang yang menyebut namanya di depanmu. Kamu nggak lagi menyimpan history chat yang biasanya kamu buka kalau lagi kangen, nggak lagi menyimpan foto-foto nya di galeri hape, nggak lagi menyelipkan tiket nonton di dompet, nggak lagi tersenyum lebar ketika dia menanyakan kabarmu.
Karna kamu tau, semuanya sudah selesai.
Move on itu perkara kamu mengikhaskan. Tentang apa yang dulunya membuatmu jatuh cinta, dan sekarang sudah tidak lagi.
Maka saat itulah, kamu baru bisa mengatakan kalau kamu sudah berhasil :)