Home
Bicara Cinta
Showing posts with label Bicara Cinta. Show all posts
Showing posts with label Bicara Cinta. Show all posts
Kelakuan di Balik Pembuatan Broadcast Bincang Buku
Siapa bilang bikin kalimat buat broadcast ato jarkom itu gampang ?
Ini kenyataan yang sebenar-benarnya *semoga kalian nggak illfeel ya, maap TwT*
Jadi ini adalah perjalanan
Iya, makin ketengah makin ngaco, makin lelah soalnya. Jadi jangan terlalu diseriusin yak (seriusnya sama hati aja wkwkwk, ahelah....). Udah, selese becandanya, ntar yang
Info : yang tulisan berwarna ungu aku, yang tulisan warna biru Vero
V E R S I 1 - oleh Vero
"Gabung ke grup facebook KOMBI (Komunitas Baca Tulis)-nya Penerbit BIP yuk. Bakal ada Bincang Buku Bicara Cinta. Kamu bisa tanya apa saja dan tahu banyak soal proses kreatif pembuatan buku Bicara Cinta ! Dan, bakal ada hadiahnya loh buat kamu yang ikutan."
Terlalu formal kayaknya ._.
V E R S I 2 - oleh Vero
"Katanya, buku Bicara Cinta itu dibuat oleh Vero dan Alberta untuk seseorang. Masa sih?" Ayo ikuti Bincang Buku Bicara Cinta.
Kok jadi kayak ngegosip sih ya wkwkkwkw
Nah loh, trus ntar langsung pada nanya, 'seseorangnya siapa sih?', trus kita jawab 'rahasia'. Mampus dah kita ditabokin.
V E R S I 3 - oleh Vero
"Tahukah kamu, penulis dan ilustrator tak pernah sekalipun bertemu dalam proses pembuatan buku Bicara Cinta."
Kayaknya nggak deh, soalnya kita udah sering nyebut itu di post Behind the Scene-nya.
V E R S I 4 - oleh Berta
"Buku Bicara Cinta asik banget dibaca, feel-nya nyampe. Eh tunggu,tapi kok kayak curhatan juga ya? Jadi Bicara Cinta ini ada unsur curcol-nya nggak sih?" Cari tahu yuk di Bincang Buku Bicara Cinta.
Kayaknya jangan deh bung, kesannya kayak kita galau dan curcol dilampiasin di buku (?)
V E R S I 5 - oleh Vero
"Vero dan Alaya mau bunuh diri kalau kamu pada gamau ikutan Bincang Buku ini!"
V E R S I 6 - oleh Berta
"Halo, Vero dan Alaya udah punya aplikasi baru yang bisa ngelacak orang yang udah read post ini lho. Yuk ikutan Bincang Buku, ato kita bakal terror kalian satu persatu buat yang nggak ikutan.
Ps : Ssst, kita tau lho siapa yang udah nge-read tapi nggak ikutan, tunggu aja hahahaha"
Eh bagus bung, itu aja wkwkkw
Gila -_- wkwkwkwk
V E R S I 7 - oleh Vero
"Kapan lagi bisa tahu apa yang terjadi di balik pembuatan sebuah buku? Inilah saatnya....."
kok aneh ya -_-
Tiba saatnya kita saling bicaraaaaaaa, tentang perasaan yang kian menyiksaaaaa, tentang rindu yang menggebu, tentang cinta yang tak terungkaaaap *malah nyanyi lagu Aku dan Dirimu #ditabok
Beberapa hari kemudian...
Peroooo, ini gimana kita belom sebar-sebar lo
Oh iya yaaaaaa Tuhaaaaan. Buat line kita pake yang punya alaya versi 6 aja ya bung.
Gilak, itu kita kek teroris bung wkwkwk
Gapapa dah, kan nggak formal juga wkwk
Serius nih? .____.
Iya
Oke
Daaaaaan, inilah hasil akhirnya.....
wkwkwk #plak
Bicara Cinta dan Rasa yang Mengendap di dalamnya.
Salah seorang temanku yang sudah membaca buku Bicara Cinta berkata padaku, "Aku suka membacanya. Dan entah kenapa gambar dan tulisannya terasa dalam dan sangat mewakili. Seperti inspirasi dan motivasi... tapi juga sekaligus curahan hati."
Aku hanya tersenyum menanggapinya.
Dia benar.
Karena tulisan dan gambar dalam Bicara Cinta dibuat dengan berbagai emosi, rasa, dan kenangan yang saling menyatu. Aku dan Vero seringkali bertukar cerita tentang bagaimana hati dengan ceroboh jatuh dalam cinta, lalu ia berlari hingga lelah, berusaha bernegosiasi dengan otak untuk menurunkan gengsi, tapi ia terluka dan menangis keras-keras seperti anak kecil yang tidak dibelikan permen oleh orang tuanya. Tapi bukankah semua itu adalah proses menuju kedewasaan hati.
Belajar memahami bahwa tak semua yang diinginkan dapat dimiliki. Belajar percaya bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup adalah yang terbaik. Belajar untuk tidak menyesali dan mengandai-ngandai dapat merubah masa lalu. Belajar bahwa kenangan tidak untuk dilupakan, tetapi diterima.
Buat kamu, terima kasih telah menjadi inspirasiku dalam berkarya dan menjadi alasanku untuk terus memperbaiki diri. Mengenalmu membuatku belajar banyak hal :)
Ada Apa di Bincang Buku Bicara Cinta?
Holaaaa, udah ikutan Bincang Buku Bicara Cinta belum? Kalau belum, atau kebetulan pengen ikutan tapi pas gak bisa online, atau emang pengen stalking blog ini, atau pengen ikutan tapi nggak tau jadwalnya.
Jangan khawatir, hasil Bincang Buku Bicara Cinta di KOMBI bisa di intip DI SINI kok :3
Tapi karena hari ini suasana hati aku lagi bagus, jadi dengan berbaik hati aku screenshoot juga hasil Bincang Buku kemaren di sini (demi apa ini total screenshootnya ada 32, dan ngescreenshoot satu-satu, dan ngecrop satu-satu T^T)
Buat kalian yang belum bisa ikutan Bincang Buku, atau masih ada pertanyaan tapi belum terjawab karena waktu yang terbatas, kalian bisa kirim pertanyaan, tanggapan, kritik, saran kalian (curcol juga boleh hahaha) di ask.fm aku aangelaw.
Jangan lupa jugaaaa
♥ Kunjungi dan like Fanpage Bicara Cinta
♥ Buat kamu yang suka main instagram, follow juga ya instagram bicara.cinta. Kalau kamu punya buku Bicara Cinta, jangan lupa selfie atau foto dengan buku Bicara Cinta sekece-kecenya, lalu upload ke instagram kamu dan tag instagram bicara.cinta dan kasih hastag #bicaracinta. Your photo will be featured in our official instagram with repost app :D
See you~
Halaman Terima Kasih Buat Kamu
Halooooo,
Tau tidak? Awalnya untuk halaman ucapan terima kasih di Bicara Cinta, aku dan Vero berencana menyebutkan sederet nama-nama, namun kemudian berubah menjadi singkat dan padat, Buat Kamu.
Karena setelah dipikir-pikir, ada banyak sekali nama-nama, dan saking banyaknya, rasanya terlalu tidak mungkin kalau harus disebutkan satu persatu. Karena pelajaran hidup dan hal-hal berharga tidak selalu datang dari orang yang dikenal.
Dan lagi, kami yang sekarang, tidak terlepas dari situasi baik maupun buruk, orang yang kami temui hanya sekali maupun berkali-kali, orang yang namanya kami tau ataupun tidak, semuanya membentuk kami.
Pertemuan, perpisahan, persahabatan, cinta, harapan, impian, kekecewaan, dan banyak hal lagi yang membuat aku maupun Vero menjadi seperti sekarang, jadi rasanya sangat tidak mungkin menyebutkan satu persatu. Karena kamu semua sangat spesial pake telor ceplok.
Karena kamu semua, teman-teman dan orang yang aku kenal, maupun yang belum aku kenal, yang pernah membuka buku Bicara Cinta ini, kamu semua telah mendukung dan mensupport aku dan Vero. Dan saat kamu menyempatkan diri untuk membaca buku ini, kamu telah memberikan waktumu yang berharga untuk menikmati buku Bicara Cinta. Jadi terima kasih banyak :3
Dengan cinta yang penuh ♥
Alberta Angela dan Veronica Gabriella
It was November when The Struggle is Real.
On fire, berdarah-darah rasanya sangat tepat untuk mendeskripsikan bagaimana Novemberku berlalu. Saat itu, aku sedang dalam bus di perjalanan pulang ketika Vero mengirimkan pesan padaku,
“Alaya ! Naskah kita diterima Penerbit !!!!”
Aku hanya bisa mematung, memalingkan kepalaku ke arah kaca bus, melihat pemandangan di sisi bus dengan rasa gembira yang meluap-luap.
“Editornya suka banget sama ide project kita. Kita dikasih deadline akhir November, targetnya 150 halaman.”
Setelah itu topik bahasan tiap kali bersapa dengan Vero tidak jauh-jauh dari masalah project, dan kesepakatan-kesepakatan seperti membuat aku membuat 10 gambar dan Vero membuat 10 tulisan setiap harinya.
Tapi, ternyata target 10 gambar dan 10 tulisan tiap harinya tidak semudah yang direncanakan, jadwal kuliah yang tetap, tugas-tugas yang selalu ada tiap harinya, presentasi, hingga final project tugas ujian akhir.
Jujur saja, menyelesaikan project ini terasa seperti berdarah-darah. Membuat 150 halaman dalam waktu 25 hari. Yang artinya harus membuat banyak gambar, men-scan nya, mengedit gambar, memberikan warna pada halaman, menggabungkan gambar dengan tulisan, memilih font, bahkan memilih warna, dan memadukan halamannya.
![]() |
| Tahap 1. Membuat sketsa atau gambaran kasarnya |
![]() |
| Tahap 2. Memberi warna secara manual (pensil warna/spidol/cat air) |
![]() |
| Tahap 3. Memilih warna background yang sesuai dengan gambar |
![]() |
| Tahap 4. Menggabungkan gambar dengan tulisan, memilih bentuk font, warna font yang cocok dengan background, dan mengatur letak tulisan agar enak dilihat. |
Mengerjakannya serasa hampir gila, lelahnya bukan main. Dibandingkan membuat 10 gambar tiap hari, lebih tepat jika dikatakan membuat entah marathon berapa gambar saat weekend, membawa kertas kosong ke kampus, memanfaatkan jam pergantian kelas dengan menggambar di ruang baca, menghabiskan weekday dengan mengerjakan tugas kuliah.
Lebih susahnya lagi, aku tidak bisa asal menggambar. Aku hanya bisa menggambar jika aku mendapat mood yang sesuai, kalau dipaksakan yang ada justru malah failed. Dan nggak gampang untuk membangun mood disaat capek.
![]() |
| Ini contoh gambar yang fail. Niat hati bikin cewek tapi entah kenapa yang tercipta malah tampang cowok yang ambigu. |
Bahkan pernah, saat menjelang deadline, aku bisa menggila, lembur, tidak tidur seharian, lanjut kuliah, menggambar, kuliah lagi, dan hal itu terjadi beberapa kali menjelang deadline. Sampai pernah juga aku membolos kuliah. 24 jam serasa tidak cukup, hari-hari terasa sangat cepat berjalan, dan aku sering mengeluh pada Vero, “kenapa sih November harus berakhir di tanggal 30, bukan 31?”
Jadi aku sangat berharap, kalian yang membaca buku Bicara Cinta dapat merasa terhibur dengan warna dan ilustrasi yang ada dalam buku, dan jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan kritik dan saran kalian. Kalian dapat menyampaikan kritik, saran, maupun pertanyaan di ask.fm aku. Aku sangat menghargai apresiasi kalian ♥
Hello from My Roof Top
![]() |
| Pemandangan dari rooftop (?) |
Sebenarnya aku nggak sempat kepikiran buat bikin postingan tentang roof top kosan (ecielah roof top, padahal cuman lantai 2 hiks), tapi atas saran
Sejujurnya roof top ini nggak tinggi-tinggi banget *ya emang nggak tinggi ._.*, karena bisa dibilang ini hanya lantai dua. Tapi roof top ini udah jadi semacam best place di kosan banget lah buat aku. Selain dia berfungsi buat jemur baju, dia juga bisa buat gulung-gulung buat ngademin otak.
Trus apa hubungannya ini roof top sama behind the scene Bicara Cinta?
Jadi roof top ini kayak jadi tempat semedi gitu buat aku, kadang juga buat tempat pelarian kalo udah sumpek banget sama rutinitas. Caranya gampang banget. Tinggal beberin kertas koran buat alas, terus tidur-tiduran deh sambil dengerin lagu-lagu melankolis, ngeliatin bintang (kalo ada), atau kadang cuman ngeliatin awan yang lagi jalan aja.
(Fyi : Roof top hanya berfungsi sebagai tempat semedi di malam hari. Kalau siang kan panas -_-)
Pengerjaan Bicara Cinta ini juga pernah aku gotong ke roof top. Tapi karena memang di atas nggak ada lampu (kecuali lampu dari jalanan dan rumah tetangga), jadi Bicara Cinta yang bisa aku kerjakan di roof top hanya sebatas editing, memberi warna background, dan menggabungkan tulisan dengan gambar.
Inspirasi-inspirasi juga sering dateng waktu aku tidur-tiduran di roop top, semacam self talk dan random thought, mencari pemikiran-pemikiran buat mecahin masalah, berkhayal, mikirin masa depan dan pencapaian, atau bahkan cuman sekedar refleksi diri aja.
Seperti yang pernah dibahas oleh Vero, tentang Dua Purnama Pada Perjalanan Buku Bicara Cinta, aku dan Vero memotret purnama yang sama dari tempat yang berbeda, aku memotretnya di roof top, saat berusaha mengatur nafas dari kejaran deadline Bicara Cinta.
![]() |
| Lantai ber cat merah adalah tempat favoritku untuk tidur-tiduran menikmati langit malam. |
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)













































