Spring x Autumn : I found You


Kali pertama aku menemukanmu,
adalah saat kamu mengenakan kemeja putih dan rok merah muda selutut, rambut diikat seadanya, sedang memangku gitar dengan mata terpejam. Kamu terlihat begitu indah di antara helaian kelopak bunga sakura yang tertiup angin.

Kali kedua aku menemukanmu,
adalah saat kamu duduk santai di samping jendela kedai es krim dekat tempatku bekerja, menikmati segelas strawberry parfait.

Kali ketiga aku menemukanmu,
adalah saat gerimis di suatu siang, di tempat yang sama ketika pertama kali aku menemukan sosokmu. Kamu terlihat terburu-buru memasukkan gitar dan menata tumpukan kertas-kertas di sampingmu. 
Melihatmu, tanpa sadar kakiku melangkah mendekat. Aku berhenti di hadapanmu dengan sebuah payung. Sejujurnya aku tak tahu apa yang akan kukatakan saat itu, hingga yang muncul dari mulutku hanya 'kamu bisa pakai payungnya'
Kamu terlihat sedikit terkejut, lalu tersenyum dan mengucap 'terima kasih'. Itulah pertama kali aku mendengar suaramu, yang ternyata selembut permen kapas.

Kali keempat, entah aku yang menemukanmu atau kamu yang menemukanku,
adalah di suatu siang saat aku menyesap secangkir kopi hitam di sela-sela kesibukanku menyelesaikan deadline. Aku melihatmu membuka pintu cafe langgananku, sejenak celingak celinguk hingga kamu menemukanku dan tersenyum.

'Keberatan jika aku duduk di sini?' tanyamu kala itu
'Tentu saja tidak.'
Lalu, kamu menarik kursi kosong di depanku. Dan begitu saja, kita berbicara banyak hal hingga matahari mulai terbenam.

'Terima kasih payungnya waktu itu. Maaf kalau saat itu aku tidak menawarkan untuk memakainya bersamamu. Bukannya apa, aku terlalu terkejut sampai tidak terpikirkan kalimat lain selain terima kasih' Kamu menyerahkan payungku dan tertawa.
'Tak masalah. Aku pun juga. Kamu membawa payungku setiap hari?'
'Hmm ya. Karena aku yakin kita pasti bertemu lagi.' ucapmu dengan pipi merona.
Ah curang, kamu menjadikan pertemuan dan percakapan serupa candu bagiku.

Kali kesekian, aku menemukanmu dan kamu menemukanku.
adalah saat kamu membuatku utuh dengan cara sederhana : jatuh cinta.
Aku tahu, itu bukan suatu kebetulan.
Semesta memilihmu sebagai tempat aku menitipkan cinta,
dan hatiku memilihmu sebagai rumah tempatku kembali.


Because if love is a season,
I'm an autumn. I just fall. to you.

Share this:

WHAT DO YOU THINK?

0 comments:

Post a Comment

Large Grey Polka Dot Pointer