Yang Pernah Kuimajinasikan Tentang Kamu


Pejamkan matamu.
Tarik nafas perlahan, hembuskan.
Buat dirimu merasa senyaman mungkin.
Dan dengarkan ini.

Bayangkan salah satu tempat favoritmu
Dan yang muncul saat itu juga adalah pantai berpasir putih, dikelilingi batu-batu besar di tepinya. Suara deburan ombak yang berkejaran dan mencium bibir pantai. Langit senja yang menikahi malam. Perpaduan langit dengan semburat warna biru-abu abu-ungu-dan jingga. Aku seperti melihat diriku yang lain, membelakangiku. Menghirup aroma asin air laut dalam-dalam, dan menemukan ketenangan di sana. 

Bayangkan seseorang yang menjadi motivasimu. Yang menjadi alasanmu berjuang. Yang membuatmu merasa tak bisa berhenti berusaha. Seseorang yang tidak ingin kamu kecewakan.
Lalu aku menemukan sosokmu. Berjalan santai dari arah batu-batu besar di tepian pantai. Yang berjalan ke arahku dengan tangan di saku celana panjang.

Ia tersenyum, dengan senyumnya yang paling cerah.
Tapi yang muncul adalah tatapan teduh dan senyum tipismu. Yang membuatku refleks ikut tersenyum. Kalau saja kamu tahu, kamu bisa membuatku gila hanya dengan senyum tipis di bibirmu itu.

Ia mengenakan pakaian terbaik, dan melakukan hal yang tidak kamu duga.
Kemudian, aku mendapatimu berdiri di hadapanku dalam balutan tuxedo putih. Masih dengan senyum yang sama. Lalu kamu mengeluarkan tanganmu dari saku , mengulurkannya padaku. 
Aku meraih tanganmu. Dan kurasakan, untuk pertama kalinya, aku tidak menghindar. Aku mengikutimu berjalan di sepanjang bibir pantai dengan perasaan yang tidak bisa kudefinisikan. Sampai langkahmu berhenti. Aku juga berhenti. Aku yakin, wajahku sudah mirip dengan orang bego yang shok melihat namanya tercantum dalam pengumuman hadiah undian.
Sebuah meja di tepi pantai, lampu atau entah lilin di sekelilingnya. Candle light dinner at my favorite place, with my favorite one, under my favorite sky. It's just ... too perfect.

Sesi itu selesai.

Gilanya, itu adalah imajinasi yang tidak pernah aku pikirkan, dalam keadaan sadar sekalipun. Sampai ketika alam bawah sadarku membentuknya.


-Di sebuah sesi seminar, 2014

Share this:

,

WHAT DO YOU THINK?

0 comments:

Post a Comment

Large Grey Polka Dot Pointer